Mengenal Tokoh “KH.R. As’ad Syamsul Arifin”

0
20

Mengenal Tokoh
KH.R. As’ad Syamsul Arifin
Siapakah beliau?
Kyai As’ad lahir di kota suci Makkah tahun 1897. Putra KH.R. Syamsul Arifin, ulama terkenal asal pamekasan yang telah lama bermukim di Tanah Suci.
Pendidikan : Mondok di Pesantren Guluk-Guluk, Sumenep, pesantren Syaikhona Cholil, Bangkalan, Pesantren Tebuireng Jombang, Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Pesantren Siwalanpanji Sidogiri, belajar agama di Mekah selama 9 tahun.
Pengabdian : Kyai As’ad menjadi salah satu tokoh kunci berdirinya Nahdlatul Ulama, belaiu adalah perantara pesan kramat dari gurunya, KH Cholil Bangkalan. Pada tahun 1925 beliau diutus Syaikhona Cholil untuk datang kepada KH. Hasyim Asy’ari di Tebuireng dengan mengantarkan sebuah tongkat, di iringi dengan pembacaan surat Thoha ayat 17-23. Ayat tersebut menceritakan tentang Nabi Musa AS berikut tongkat sakti dan keajaiban mukjizat lainya. Setelah menerima tongkat tersebut Kyai Hasyim menangkap pesan bahwa sang guru tidak keberatan dan bahkan merestui jika Kyai Hasyim dan para kyai lainya mendirikan sebuah organisasi besar.
Setahun kemudian kyai As’ad di utus untuk kedua kalinya menemui kyai Hasyim dengan membawa tasbih yang dikalungkan di lehernya, diserta pesan agar sepanjang perjalanan dan saat memberikan tasbih agar membaca wirid Ya Jabbar Ya qohhar setiap Waktu. Pesan itu pun ditangkap oleh kyai Hasyim bahwa sang guru betul betul telah merestui untuk segera mendirikan organisasi para ulama. Maka sejak itulah para kyai bergegas mengadakan musyawarah mendirikan NU pada 16 Rajab 1344H/31 Januari 1926 M.
Pada tahun 1945 kyai As’ad tergabung di barisan Hizbullah/Sabilillah dan bergerilya di daerah Jember. Menjelang wafatnya kyai hasyim asy’ari pada 1947 kyai As’ad mendapat wasiat agar NU terus dipelihara dan tidak boleh dipecah belah.
Kyai As’ad tergolong fenomenal. Pakaianya khas serba putih, baju putih piyama putih, sarung pelekat putih, kopiah putih dan sandal selop. Hidupnya sangat sederhana dan berlaku istiqomah, mesti dia memiliki kekayaan yang luar biasa banyak. Pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Asembagus , Situbondo yang diasuhnya berdiri diatas lahan 15 hektar dengan jumlah santri-+ 10.000 santri. Pada zama kyai As’ad pondoknya sudah mulai membuka perguruan tinggi Institut Agama Islam Ibrahimy.
Kyai As’ad wafat pada hari sabtu 4 Agustus 1990 M dan dimakamkacn dikomplek pesantren berdampingan dengan makam ayahandanya. KH R. Syamsul Arifin.

oleh : Lintang

SHARE
Previous NEWSProfil Ali Mahbub
Next NEWSJendral TNI yang NU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here