Konsep hidup Aman Makmur Damai Mbah Lim

0
25


Bismillahirrahmanirrahim
Asy’hadu alla illa hai illallah wa asy’hadu anna muhammadarasulullah
Konsep hidup agar Aman Makmur Damai Mbah Lim yang akan saya tulis di sini saya kutip dari tulisan yang ada di kalender Yayasan Pondok Pesantren Al muttaqien Pancasila Sakti yang menurut saya sangat – sangat penting dan saya anggap sebuah pelajaran penting dari Mbah Lim, saya berharap dan berdo’a semoga saya dan saudara semua pun bisa meneladani pelajaran – pelajaran tersebut, selain dari kutipan tulisan di kalender saya juga menulis pelajaran – pelajaran Mbah Lim dari sumber lain.
Mbah Lim dalam cerita para santri baik dari santri 5 atau yang disebut Mbah Lim sebagai pendowo limo maupun dari cerita santri senior yang lain seperti KH. Muhaimin Yogyakarta dan dari apa yang sedikit saya saksikan sejak tahun 2008 akhir hingga wafatnya beliau, Mbah Lim memang tidak pernah membacakan sebuah Kitab kepada para santrinya melainkan beliau langsung mengajarkan dengan ilmu hal ( memberi contoh langsung ).
Ajaran-ajaran KH.Muslim Rifa’i Imampuro tersebut yaitu :
1. “ Nguwongke Uwon, Gawe Legane Uwon” Mbah Lim selalu menghargai dan menerima setiap orang dengan segala potensi dan niat baiknya. Kalaupun kita tidak membutuhkan, mungkin manfa’atnya bisa dirasakan keluarga, tetangga atau msyarakat kita. Contohnya setiap kali ada tamu, baik pejabat maupun tokoh yang lain, Mbah Lim selalu menyambut dengan hangat siapapun orangnya dan Mbah Lim tidak lupa memberikan ruang interaksi untuk mendekatkan pejabat/tokoh dengan masyarakat.
2. “ 3 T “ : Titi – Tatak – Tutuk. Mbah Lim mengajarkan Sa’at melaksanakan setiap tugas dalam hidup, haruslah Titi ( cermat, teliti dan selektif), Tatak ( Legowo, sabar), Sehingga Tutuk ( sampai, selesai dengan hasil yang memuaskan)
3. “ 3 K “ : Kuli – Kyai – Komando. Setiap santri haruslah mampu memerankan diri sebagai Kuli ( siap bekerja keras), Kyai ( siap mengamalkan ilmu dan berdo’a), Komando ( Siap menjadi pemimpin yang piwai mengambil keputusan, bijak serta berwibawa)
4. “ Kita harus Tegak, Tegas dan Tegar selama benar “ setiap melaksanakan kebenaran kita harus Tegak ( penuh keyakinan, tidak goyah oleh pengaruh apapun), Tegar ( tak kenal kompromi terhadap pelanggaran aturan ), Tegar ( Ikhlas, Sabar )
5. “ 3 R “ : Rampung bangunane – Rame jama’ahe – Rukun masyarakate “. Dalam mendirikan sarana apapun ada 3 hal yang harus diupayakan yakni “ Rampung bangunane “ (bisa terwujud ), Rame jama’ahe ( berfungsi dan dibutuhan para pemangku kepentingan ), Rukun masyarakate ( menjadi sumber kedamaian dan perekat persatuan )
6. “ Aja Mung Benteng Ulama, ning Nahnu Anshorullah, Masyriq-maghrib “ di samping peranya sebagai Benteng Ulama, Banser seharusnya mampu menjalankan peran yang lebih luas di seluruh permukaan bumi, dalam bingkai “ Nahnu Anshorulloh”.
No 1 – 6 penulis kutip dari kalender.
7. “ 3 S “: Sholat – Sinau – Sungkem. Maksudnya “ Sholat “ Seorang santri harus tekun beribadah, prihatin dan berdoa. “ Sinau “ santri harus belajar terus menerus. “ Sungkem “ santri harus mempunyai akhlak yang mulia, tau sopan santun, tawadhu’ pada Kyai/Guru.
8. “ 2 B “ Berhasil – Berkah . dalam mencapai cita – cita/usaha harus mempunyai komitmen yang kuat agar tercapai yang di inginkan,” Berkah “setiap cita – cita/ usaha harus di mulai dengan niat ibadah(niat baik) agar mendapat keberkahan dari Allah swt.
No 7 – 8 sumber dari Umi Hasanah Santri pertama MA Al Muttaqien Pancasila Sakti)
9. “ Dadi uwong ki ojo gur mangan terus tapi yo Ngising barang ”(Jadi orang itu jangan hanya makan aja tapi ya buang air besar juga). Kita tidak boleh hanya melulu mencari harta terus tapi kita juga harus rajin bersedekah.(sumber dari Umi Hasanah dari Hj Siti Choiriyah putri pertama Mbah im.

Oleh : Ali Mahbub

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here