Syaikh Muhammad Amin Maroko : Galakan Ziarah Wali

0
23

Madrasah Diniyah Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar Jawa Barat saat haflah akhirussanah mendaat kunjungan dari Ketua Majelis Rasulullah Maroko Syeikh Muhammad Amin Al Idrisi Al Hasani. Kehadirannya untuk mengisi tausiah.  Acara berjalan lancar dan dihadiri keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo (PPMAC) Kota Banjar, puluhan masyarakat dan ratusan santri.

Pengurus PPMAC Kota Banjar KH Munawir mengatakan bahwa kunjungan Syeikh Muhammad Amin ke PPMAC untuk menyambung silaturahim. “Karena ada alumni dari PPMAC yang melanjutkan belajar di Maroko,” katanya, Selasa (8/5) malam.

Secara kebetulan alumni menceritakan kondisi Al-Azhar yang merupakan pesantren di Kota Banjar dan selalu memperkuat ajaran Ahlussunah Wal Jama’ah. “Sehingga kunjungan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut. Harapannya alumni PPMAC ada yang melanjutkan studi di Maroko,” ungkapnya.

Dalam tausiahnya, Syeikh Muhammad Amin yang juga guru besar di Universitas Maroko menyampaikan bahwa sangat tepat di Indonesia digalakkan ziarah ke makam para wali. “Karena waliyullah di Indonesia sanadnya sampai kepada Rasulullah,” tegasnya.

Dalam pandangannya, ziarah makam wali merupakan bukti cinta kepada Rasulullah. “Karena dengan mencintai dzurriah Rasulullah, sama saja dengan mencintai Rasulullah dan mencintai Rasulullah berarti mencintai Allah,” terangnya. Ziarah ke makam waliyullah adalah bentuk cinta kepada Rasulullah, lanjutnya.

Selain itu disampaikan juga bahwa di zaman yang sudah semrawut ini tata cara dalam menimba ilmu tidak lain dengan cara mencintai Rasulullah. “Karena apabila hal tersebut terjadi maka akan dibukakan pintu hati oleh Allah dan akan mendapatkan ilmu yang diinginkannya. Mencintai Rasulullah maka akan mendapatkan ilmu,” ungkapnya.

Selanjutnya Syeikh Muhammad Amin juga menyampaikan bahwa sebuah ilmu diberikan melewati hati. Maka hati yang telah mendapatkan cahaya Rasulullah pada hakikatnya telah mendapatkan ilmu dari Allah. “Hati yang telah mendapatkan cahaya merupakan hidayah Allah. Hal tersebut bisa didapatkan dengan berbagai cara diantaranya dengan membaca shalawat. Ilmu akan diberi melalui pintu hati,” tuturnya.

“Kalian para jamaah supaya tidak berputus asa dan terus gigih dalam mencari cahaya dengan melakukan ajarannya dan selalu membahagiakan dzurriah Rasulullah,” katanya. Bahwasannya orang yang membahagiakan dzurriah Rasulullah akan mendapat cahaya penerangan di dunia.

“Oleh karena itu perbanyak membaca shalawat dan mendengarkan nasihat para alim ulama,” pungkasnya. (Wahyu Akanam/Ibnu Nawawi)

Sumber: nu.online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here