Amaliyah NU tidak mempan diserang ganti Kyai nya

0
28

Selasa, 29 Mei 2018 |Lintang.co
Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Provinsi Lampung Hj Malikhah Sa’adah melalui pesan tertulis sebagaimana dilansir NU Online, Ahad (27/5), mengatakan, dulu ia sempat bertanya-tanya kenapa para tokoh NU seperti KH Ma’ruf Amin dan KH Said Aqil Siroj sering kali menjadi bahan bully (caci maki) di media sosial. Berbagai tuduhan negatif sering dialamatkan kepada Rais ‘Aam dan Ketum PBNU.

“Bahkan sering sekali pidato-pidatonya dipotong-potong. Yang terakhir pertemuan beliau dengan guru besar Al Azhar dipotong dan diterjemahkan semau-maunya.Tak jarang saya menerima WA yang isinya provokatif, menghasut untuk membenci beliau,” katanya.

Setelah diamati dan dicari akar masalahannya, ia menemukan jawaban. Apalagi setelah ikut Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU). Bahwa ternyata warga NU yang telah lama diserang amaliah kesehariannya seperti yasinan, tahlilan, maulid dan sebagainya tidak pernah goyah dan mampu menjawab dengan hujjah naqli wa aqli (dalil tertulis dan akal).

“Para kiai mampu memberikan pemahaman yang jelas dan sanad yang konkrit bagaimana pemikiran nahdliyin dan keilmuannya hingga sanadnya sampai ke Rasul. Maka habislah semua cara untuk menghancurkan NU,” terangnya.

Setelah tidak berhasil menyerang amaliahnya dan mengetahui betapa kokohnya NU, kelompok ini pun menempuh jalur lain dengan memunculkan gerakan fitnah dan membunuh karakter tokoh-tokoh NU.

“Modus baru ini rupanya lumayan mustajab. Terbukti ada warga NU yang terpengaruh dengan membuat NU garis lurus, garis keras dan sebagainya bahkan ada yang berprinsip bukan NU-nya Kiai said tapi NU-nya Mbah Hasyim Asy’ari,” ungkapnya.

Inilah yang menjadi tugas bersama pengurus dan warga NU untuk menjernihkan pikiran dan kembali menata barisan agar NU tetap solid dan tidak tercerai berai. Warga NU harus sadar sesadar-sadarnya bahwa kondisi ini merupakan provokasi dari pihak-pihak yang ingin NU hancur.

“Mereka khususnya para pengusung negara khilafah menggunakan prinsip bahwa untuk membuat negara khilafah maka harus menghancurkan NKRI dan NKRI tidak akan mati selama NU masih berjaya. Maka matikan kepalanya niscaya badan dan ekornya ikut mati,” pungkasnya.

[Sumber: dutaislam.com/muhammad/pin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here