Ketawadhu’an Kyai Utsman pada Kyai Romli

0
23

LINTANG.CO. 21 Juni 2018.

Kiai Utsman sejak menjadi santri sudah terkenal takzim kepada gurunya, Kiai Romli. Sangking tawaduknya dan takzimnya, setiap Kiai Utsman sowan (menghadap) ke Mbah Kiai Roml di Jombang, Kiai Utsman selalu jalan kaki dari ndalemnya (rumahnya) di Surabaya ke Jombang.

Cerita ketakziman lainya, pernah suatu hari, di pagi hari, Kiai Utsman sudah sampai di ndalem Mbah Kiai Romli. Kiai Utsman menunggu Mbah Kiai Romli di teras luar pintu. .

Mbah Kiai Romli tidak tahu kalau ada Kiai Utsman. Ketika Mbah Kiai Romli keluar, ternyata Mbah Kiai Romli hendak pergi ke Tebuireng menghadiri sebuah acara. Mbah Kiai Romli langsung berpesan ke Kiai Utsman, “Sek yo Man, aku tak nang tebuireng diluk, awakmu entenono nang kene,” (Sebentar ya Man, aku ke Tebuireng sebentar, kamu tunggu saja di sini). “Inggih, Yai (Iya, Yai),” jawab Kiai Utsman.

Ternyata waktu di Tebuireng, Mbah Kiai Romli lupa kalau di rumah ada Kiai Utsman yang sedang menunggu. Sampai akhirnya Mbah Kiai Romli pulang menjelang maghrib. Sesampainya di rumah, Mbah Kiai Romli kaget. Ternyata Kiai Utsman masih di tempatnya dengan posisi yang tidak berubah menunggu dengan sabar kepulangan Mbah Kiai Romli dari Tebuireng. “Ya Allah, awakmu ket mau ngenteni nang kene?” (Ya, Allah, kamu dari tadi tetap menunggu disini?). “Inggih, Yai,” jawab Kiai Utsman.

“Ya Allah, tak dungakno mulyo uripmu, Utsman, mulyo uripmu” (Ya Allah, kudoakan mulia hidupmu, wahai Usman, mulia hidupmu),” dawuh Mbah Kiai Romly penuh doa untuk kemuliaan hidup Kiai Utsman.

Pada akhirnya kesabaran dan keikhlasan Kiai Utsman sebagai murid dibalas dengan keridhaan Mbah Kiai Romli sebagai guru, keridhaan yang paling diharapkan seorang murid untuk keberkahan ilmunya
.
Oleh: Gus Afifuddin Dimyathi
Sumber cerita: KH. Mustain Dzul Azmi dari KH. Dimyathi Romli.

Mugi manfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here